Minggu, 05 November 2017

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         

JENIS-JENIS PERTUMBUHAN TANAMAN


ARTIKEL ILMIAH

diajukan guna melengkapi tugas akhir matakuliah Bahasa Indonesia (MKU)




Oleh :
Siti Rahmatillah
NIM 161510501136





JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2016




Siti Rahmatillah
Jurusan Agroteknologi, Fakultas Masing-masing, Universitas Jember (UNEJ)
E-mail: sitirahmatillah3@gmail.com (161510501136)


Abstrak

Pertumbuhan merupakan suatu peristiwa biologi yang terjadi pada mahluk hidup berupa pertambahan ukuran (volume, massa, tinggi). Sedangkan perkembangan merupakan suatu proses pendewasaan dan sifatnya kualitatif (tidak dapat diukur). Tumbuhan berbiji diawali dengan perkecambahan, perkecambahan dimulai dengan proses penyerapan air oleh biji (imbibisi). Proses tersebut mengakibatkan enzim-enzim dalam biji bersifat aktif. Zat-zat makanan yang terkandung dalam biji kemudian dipecah untuk menghasilkan energi serta tumbuh dan berkembang. Tujuan dilakukan praktikum agar mahasiswa mengetahui jenis-jenis pertumbuhan tanaman, serta dapat membedakan morfolologi beserta fungsinya. Berdasarkan hasil pengamatan proses pertumbuhan pada beberapa jenis tanaman dapat diketahui bahwa, pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor penunjang kelangsungan pertumbuhan. Terdapat dua tipe perkecambahan pada tanaman yaitu epigeal dan hipogeal. Epigeal merupakan tipe perkecambahan yang secara fisik dapat diamati letak kotiledon dan plumula terangkat ke atas permukaan tanah. Hipogeal adalah tipe perkecambahan yang secara fisik dapat dilihat plumula diatas permukaan tanah sedangkan kotiledon berada di bawah permukaan tanah.

Kata Kunci: perkecambahan, perkembangan, pertumbuhan.

PENDAHULUAN

Pertumbuhan adalah perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dengan pertambahan ukuran tubuh. Pada masa pertumbuhan, organisme mengalami proses peningkatan atau pematangan aktivitas organ. Proses ini berperan dalam penyempurnaan fungsi organisme. Perkembangan adalah suatu proses untuk mencapai kematangan fungsi organisme. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang berjalan secara simultan atau pada waktu yang bersamaan. Perbedaannya terletak pada factor kuantitatif dan kualitatif. Pertumbuhan dapat diukur secara kuantitatif karena mudah diamati, yaitu terjadi  perubahan jumlah dan ukuran. Lain halnya dengan perkembangan yang dapat dinyatakan secara kualitatif karena perubahannya bersifat fungsional. 


            Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang terjadi pada makhluk hidup. Perrtumbuhan adalah suatu proses yang terjadi pada mahluk hidup yang mengakibatkan pertambahan volume, massa, tinggi bersifat irreversible atau tidak bisa kembali seperti keadaan awal dan kuantitatif (dapat diukur). Perkembangan merupakan suatu proses pendewasaan dan sifatnya kualitatif (tidak dapat diukur) karena yang terjadi adalah perubahan fungsional pasa bagian tubuh tertentu. Analogi pertumbuhan tanaman, tanaman mengalami pertumbuhan karena adanya aktifitas meristem yang aktif membelah sehingga menghasilkan sel-sel baru, sel-sel baru kemudian membesar lalu mengalami diferensiasi.Diferensiasi sel terjadi karena sel dalam keadaan telah mencapai volume akhir pertumbuhan, sel akan mengalami spesialisasi yang dapat menghasilkan jenis jaringan atau organ baru (Gardener et al., 1991).
Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan pertumbuhan plumula (calon batang). Faktor yang mempengaruhi perkecambahan adalah air, kelembapan, oksigen, dan suhu. Perkecambahan dibagi menjadi dua yaitu perkecambahan epigeal dan perkecambahan hipogeal. Perkecambahan benih dipengaruhi oleh dua faktor. Faktor endogen merupakan faktor bawaan dari benih itu sendiri, kandungan yang dimiliki setiap benih berbeda-beda. Faktor eksogen merupakan faktor dari luar benih, yang ikut berperan penting dalam proses perkecambahan (Irianto, 2012).
Morfologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari bentuk fisik dan struktur tubuh dari tumbuhan.  Morfologi tumbuhan berguna untuk mengidentifikasi tumbuhan secara visual. Keragaman jenis tumbuhan dapat dikenali dan diklasifikasikan. Morfologi tumbuhan terdiri dari :
a.       Akar
Akar adalah bagian pokok di samping batang dan daun bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormus.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbZjY-BlQXc-_b5MhFFIO6ee2anGaL6DnVBj2jQcMeeq-kn5iYMHwptMIqBq4XeOvEh3WisU5RKCzjE52umQFzYkGxmcWS57-OCJ84u0reGkDCFUaxP5KFznOYN6Enb_6GUeP1dspX0I0/s320/bagian+akar+tumbuhan.png
Sifat-sifat akar:
Ø  bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh ke pusat bumi atau menuju ke air.
Ø  warna keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
Ø  tumbuh terus pada ujungnya.
Ø  bentuk ujungnya dominan meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah.
Ø  tidak berbuku-buku, juga tidak beruas.
Secara umum, ada dua jenis akar yaitu:
·         Akar serabut, umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil. Sering juga terjadi pada tumbuhan dikotil (dengan catatan, tumbuhan dikotil tersebut dikembangbiakkan dengan cara cangkok, atau stek). Fungsi utama akar serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan.
·         Akar tunggang, akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil. Fungsi utamanya adalah untuk menyimpan makanan.

b.      Batang
Batang merupakan salah satu dari organ dasar tumbuhan. Batang adalah sumbu tumbuhan, tempat semua organ lain bertumpu dan tumbuh. Daun dan akar dianggap sebagai perkembangan lanjutan dari batang untuk menjalankan fungsi yang lebih khusus.

Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut :
ü  Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf.
ü  Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku yang terdapat daun.
ü  Selalu bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.
ü  Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali terkadang cabang atau ranting yang kecil.
ü  Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda.
Struktur Anatomi dari Batang adalah:
·         Epidermis
·         Korteks
·         Endodermis
·         Silinder Pusat/Stele

c.       Daun
Daun merupakan bagian tumbuhan yg biasanya berbentuk lembaran pipih, hijau, dan berfungsi sebagai tempat pembuatan makanan bagi tumbuhan melalui proses fotosintesis. Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam fotosintesis.
Daun berfungsi sebagai :
v  Tempat terjadinya fotosintesis.
v  Sebagai organ pernapasan.
v  Tempat terjadinya transpirasi.
v  Tempat terjadinya gutasi.
v  Alat perkembangbiakkan vegetatif.

Anatomi Daun
o   Epidermis terbagi atas epidermis atas dan epidermis bawah. Epidermis berfungsi melindungi jaringan di bawahnya.
o   Jaringan palisade atau jaringan tiang adalah jaringan yang berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis
o   Jaringan spons atau jaringan bunga karang yang berongga. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
o   Berkas pembuluh angkut yang terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam-garaman yang diserap akar dari dalam tanah ke daun (untuk digunakan sebagai bahan fotosintesis). Sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan.
o   Stoma (jamak: stomata) berfungsi sebagai organ respirasi.
d.      Bunga
Bunga merupakan alat reproduksi pada organisme angiospermae. Bunga adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbung. Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Fungsi biologi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan dan betina untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dari penyerbukan, yang diikuti dengan pembuahan, dan kemudian berlanjut dengan pembentukan biji.


e.       Biji
Biji adalah bakal biji dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain seperti buah.


f.       Buah
Buah merupakan organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan modifikasi lanjutan bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji.


g.      Umbi
Umbi merupakan satu organ dari tumbuhan yang merupakan modifikasi dari organ lain dan berfungsi sebagai penyimpan zat tertentu sebagai cadangan energi
Macam-macam umbi
1.      Umbi lapis
2.      Umbi batang
3.      Umbi
PEMBAHASAN
Perkecambahan benih dipengaruhi oleh dua faktor. Faktor endogen merupakan faktor bawaan dari benih itu sendiri, kandungan yang dimiliki setiap benih berbeda-beda. Faktor eksogen merupakan faktor dari luar benih, yang ikut berperan penting dalam proses perkecambahan. Media merupakan salah satu faktor yang penting  dalam perkecambahan. Syarat media tanam yaitu harus memiliki sifat fisik yang baik, mempunyai kemampuan menyimpan air, gembur, dan bebas dari organisme pengganggu. Suhu berpengaruh terhadap perkecambahan. Suhu minimunm, optimum, dan maksimum merupakan tingkatan suhu. Suhu yang cocok untuk perkecambahan adalah optimum, dimana kecambah dapat berkembang maksimal.
Auksin berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan. Auksin yang terdapat dalam sel menyebankan peningkatan permeabelitas sel terhadap air, sehingga tekanan pada dinding sel menurun yang menyebabkan dinding sel melunak, lali terjadi pemecahan kulit biji sehingga air dapat masuk ke sel yang mengakibatkan pertambahan volume pada sel. Sitokinin berfungsi untuk memacu pembelahan pada sel biji. Keseimbangan rasio antara sitikonon dan auksin menyebabkan tumbuhnya sel-sel meristem yang aktif membelah yang terus berkembang sehingga terbentuklah organ (Pharamartha dkk., 2012).

PENUTUP
Proses pertumbuhan pada beberapa jenis tanaman dapat diketahui bahwa, tumbuhan merupakan mahluk hidup yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor penunjang kelangsungan pertumbuhan. Terdapat perbedaan tipe perkecambahan pada tanaman yaitu epigeal dan hipogeal. Epigeal merupakan tipe perkecambahan yang secara fisik dapat diamati letak kotiledon dan pulmula terangkat ke atas permukaan tanah. Hipogeal adalah tipe perkecambahan yang secara fisik dapat dilihat pulmula diatas permukaan tanah sedangkan kotiledon berada di bawah permukaan tanah.

DAFTAR RUJUKAN

Gardener, F.P., R. B. Pearce, R.L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Jakarta: UI Press.

Irianto.2012. Fenofisiologi Perkecambahaan dan Pertumbuhan Bibit Duku (Lansium domesticum Corr.). Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Jambi, 1(4): 23-31.

Paramartha, I.A., Ermavitalini D., Nurfadilah S. 2012. Pengaruh Penambahan Kombinasi Konsetrasi ZPT NAA dan BAP terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Biji Dndrobium Taurulinum J.J Smith Secara In Vitro. Jurnal Sains dan Seni, 1(1): 40-43.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar