
JENIS-JENIS
PERTUMBUHAN TANAMAN
ARTIKEL
ILMIAH
diajukan guna
melengkapi tugas akhir matakuliah Bahasa Indonesia (MKU)
Oleh
:
Siti
Rahmatillah
NIM
161510501136
JURUSAN
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
Siti Rahmatillah
Jurusan Agroteknologi,
Fakultas Masing-masing, Universitas Jember (UNEJ)
E-mail: sitirahmatillah3@gmail.com
(161510501136)
Abstrak
Pertumbuhan
merupakan suatu peristiwa biologi yang terjadi pada mahluk hidup berupa
pertambahan ukuran (volume, massa, tinggi). Sedangkan perkembangan merupakan
suatu proses pendewasaan dan sifatnya kualitatif (tidak dapat diukur). Tumbuhan
berbiji diawali dengan perkecambahan, perkecambahan dimulai dengan proses
penyerapan air oleh biji (imbibisi). Proses tersebut mengakibatkan enzim-enzim
dalam biji bersifat aktif. Zat-zat makanan yang terkandung dalam biji kemudian
dipecah untuk menghasilkan energi serta tumbuh dan berkembang. Tujuan dilakukan
praktikum agar mahasiswa mengetahui jenis-jenis pertumbuhan tanaman, serta dapat
membedakan morfolologi beserta fungsinya. Berdasarkan hasil pengamatan proses pertumbuhan
pada beberapa jenis tanaman dapat diketahui bahwa, pertumbuhan dan perkembangan
dipengaruhi oleh beberapa faktor penunjang kelangsungan pertumbuhan. Terdapat
dua tipe perkecambahan pada tanaman yaitu epigeal dan hipogeal. Epigeal
merupakan tipe perkecambahan yang secara fisik dapat diamati letak kotiledon
dan plumula terangkat ke atas permukaan tanah. Hipogeal adalah tipe
perkecambahan yang secara fisik dapat dilihat plumula diatas permukaan tanah
sedangkan kotiledon berada di bawah permukaan tanah.
Kata Kunci: perkecambahan,
perkembangan, pertumbuhan.
PENDAHULUAN
Pertumbuhan adalah perubahan yang
terjadi pada makhluk hidup dengan pertambahan ukuran tubuh. Pada masa
pertumbuhan, organisme mengalami proses peningkatan atau pematangan aktivitas organ.
Proses ini berperan dalam penyempurnaan fungsi organisme. Perkembangan
adalah suatu proses untuk mencapai kematangan fungsi organisme. Pertumbuhan dan
perkembangan merupakan dua proses yang berjalan secara simultan atau pada waktu
yang bersamaan. Perbedaannya terletak pada factor kuantitatif dan kualitatif.
Pertumbuhan dapat diukur secara kuantitatif karena mudah diamati, yaitu
terjadi perubahan jumlah dan ukuran.
Lain halnya dengan perkembangan yang dapat dinyatakan secara kualitatif karena
perubahannya bersifat fungsional.
Pertumbuhan dan perkembangan
merupakan proses yang terjadi pada makhluk hidup. Perrtumbuhan adalah suatu
proses yang terjadi pada mahluk hidup yang mengakibatkan pertambahan volume,
massa, tinggi bersifat irreversible atau tidak bisa kembali seperti keadaan
awal dan kuantitatif (dapat diukur). Perkembangan merupakan suatu proses
pendewasaan dan sifatnya kualitatif (tidak dapat diukur) karena yang terjadi
adalah perubahan fungsional pasa bagian tubuh tertentu. Analogi pertumbuhan
tanaman, tanaman mengalami pertumbuhan karena adanya aktifitas meristem yang
aktif membelah sehingga menghasilkan sel-sel baru, sel-sel baru kemudian
membesar lalu mengalami diferensiasi.Diferensiasi sel terjadi karena sel dalam
keadaan telah mencapai volume akhir pertumbuhan, sel akan mengalami
spesialisasi yang dapat menghasilkan jenis jaringan atau organ baru (Gardener et al., 1991).
Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula
(calon akar) dan pertumbuhan plumula (calon batang). Faktor yang mempengaruhi
perkecambahan adalah air, kelembapan, oksigen, dan suhu. Perkecambahan dibagi
menjadi dua yaitu perkecambahan epigeal
dan perkecambahan hipogeal. Perkecambahan benih dipengaruhi oleh dua faktor. Faktor
endogen merupakan faktor bawaan dari benih itu sendiri, kandungan yang dimiliki
setiap benih berbeda-beda. Faktor eksogen merupakan faktor dari luar benih,
yang ikut berperan penting dalam proses perkecambahan (Irianto, 2012).
Morfologi tumbuhan merupakan ilmu yang
mempelajari bentuk fisik dan struktur tubuh dari tumbuhan. Morfologi tumbuhan berguna untuk
mengidentifikasi tumbuhan secara visual. Keragaman jenis tumbuhan dapat
dikenali dan diklasifikasikan. Morfologi
tumbuhan terdiri dari :
a. Akar
Akar adalah bagian pokok di
samping batang dan daun bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormus.
Sifat-sifat akar:
Ø bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah,
dengan arah tumbuh ke pusat bumi atau menuju ke air.
Ø warna keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
Ø tumbuh terus pada ujungnya.
Ø bentuk ujungnya dominan meruncing, hingga lebih mudah
untuk menembus tanah.
Ø tidak berbuku-buku, juga tidak beruas.
Secara umum, ada dua jenis akar yaitu:
·
Akar serabut,
umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil. Sering juga terjadi pada tumbuhan
dikotil (dengan catatan, tumbuhan dikotil tersebut dikembangbiakkan dengan cara
cangkok, atau stek). Fungsi utama akar serabut adalah untuk memperkokoh
berdirinya tumbuhan.
·
Akar tunggang,
akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil. Fungsi utamanya adalah untuk
menyimpan makanan.
b. Batang
Batang
merupakan salah satu dari organ
dasar tumbuhan. Batang adalah sumbu tumbuhan,
tempat semua organ lain bertumpu dan
tumbuh. Daun
dan akar
dianggap sebagai perkembangan lanjutan dari batang untuk menjalankan fungsi yang
lebih khusus.

Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat
berikut :
ü Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau
dapat pula mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf.
ü Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh
buku-buku yang terdapat daun.
ü Selalu bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu
sering dikatakan, bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.
ü Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan,
tidak digugurkan, kecuali terkadang cabang atau ranting yang kecil.
ü Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang
umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda.
Struktur
Anatomi dari Batang adalah:
·
Epidermis
·
Korteks
·
Endodermis
·
Silinder
Pusat/Stele
c. Daun
Daun merupakan bagian tumbuhan yg biasanya berbentuk lembaran pipih, hijau,
dan berfungsi sebagai tempat pembuatan makanan bagi tumbuhan melalui proses fotosintesis. Warna hijau
pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Klorofil adalah senyawa
pigmen yang berperan dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya yang energinya
diambil dalam fotosintesis.

Daun berfungsi sebagai :
v Tempat terjadinya fotosintesis.
v Sebagai organ pernapasan.
v Tempat terjadinya transpirasi.
v Tempat terjadinya gutasi.
v Alat perkembangbiakkan vegetatif.
Anatomi Daun
o Epidermis terbagi atas epidermis atas dan epidermis
bawah. Epidermis berfungsi melindungi jaringan di bawahnya.
o Jaringan palisade atau jaringan tiang adalah jaringan
yang berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis
o Jaringan spons atau jaringan bunga karang yang
berongga. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
o Berkas pembuluh angkut yang terdiri dari xilem atau
pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis. Xilem berfungsi untuk mengangkut
air dan garam-garaman yang diserap akar dari dalam tanah ke daun (untuk
digunakan sebagai bahan fotosintesis). Sedangkan floem berfungsi untuk
mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan.
o Stoma (jamak: stomata) berfungsi sebagai organ
respirasi.
d. Bunga
Bunga merupakan alat reproduksi pada
organisme angiospermae. Bunga adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan
berbung. Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Fungsi
biologi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan dan betina untuk
menghasilkan biji. Proses dimulai dari penyerbukan, yang diikuti dengan
pembuahan, dan kemudian berlanjut dengan pembentukan biji.

e. Biji
Biji adalah
bakal biji dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat terlindung oleh
organ lain seperti buah.

f.
Buah
Buah
merupakan organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan modifikasi lanjutan bakal
buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji.

g. Umbi
Umbi
merupakan satu organ dari tumbuhan yang merupakan modifikasi dari organ lain dan
berfungsi sebagai penyimpan zat tertentu sebagai cadangan energi

Macam-macam umbi
1.
Umbi lapis
2.
Umbi batang
3.
Umbi
PEMBAHASAN
Perkecambahan
benih dipengaruhi oleh dua faktor. Faktor endogen merupakan faktor bawaan dari
benih itu sendiri, kandungan yang dimiliki setiap benih berbeda-beda. Faktor
eksogen merupakan faktor dari luar benih, yang ikut berperan penting dalam
proses perkecambahan. Media merupakan salah satu faktor yang penting dalam perkecambahan. Syarat media tanam yaitu
harus memiliki sifat fisik yang baik, mempunyai kemampuan menyimpan air,
gembur, dan bebas dari organisme pengganggu. Suhu berpengaruh terhadap
perkecambahan. Suhu minimunm, optimum, dan maksimum merupakan tingkatan suhu.
Suhu yang cocok untuk perkecambahan adalah optimum, dimana kecambah dapat
berkembang maksimal.
Auksin
berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan. Auksin yang terdapat dalam sel
menyebankan peningkatan permeabelitas sel terhadap air, sehingga tekanan pada
dinding sel menurun yang menyebabkan dinding sel melunak, lali terjadi
pemecahan kulit biji sehingga air dapat masuk ke sel yang mengakibatkan
pertambahan volume pada sel. Sitokinin berfungsi untuk memacu pembelahan pada
sel biji. Keseimbangan rasio antara sitikonon dan auksin menyebabkan tumbuhnya
sel-sel meristem yang aktif membelah yang terus berkembang sehingga
terbentuklah organ (Pharamartha dkk., 2012).
PENUTUP
Proses
pertumbuhan pada beberapa jenis tanaman dapat diketahui bahwa, tumbuhan
merupakan mahluk hidup yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan
dan perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor penunjang kelangsungan
pertumbuhan. Terdapat perbedaan tipe perkecambahan pada tanaman yaitu epigeal
dan hipogeal. Epigeal merupakan tipe perkecambahan yang secara fisik dapat
diamati letak kotiledon dan pulmula terangkat ke atas permukaan tanah. Hipogeal
adalah tipe perkecambahan yang secara fisik dapat dilihat pulmula diatas
permukaan tanah sedangkan kotiledon berada di bawah permukaan tanah.
DAFTAR RUJUKAN
Gardener,
F.P., R. B. Pearce, R.L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya.
Jakarta: UI Press.
Irianto.2012.
Fenofisiologi Perkecambahaan dan Pertumbuhan Bibit Duku (Lansium domesticum
Corr.). Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Jambi,
1(4): 23-31.
Paramartha, I.A., Ermavitalini D., Nurfadilah S.
2012. Pengaruh Penambahan Kombinasi Konsetrasi ZPT NAA dan BAP terhadap
Pertumbuhan dan Perkembangan Biji Dndrobium Taurulinum J.J Smith Secara In
Vitro. Jurnal Sains dan Seni, 1(1): 40-43.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar